Resistor ( hambatan ).


Kalau aku menganalogikan hambatan adalah layaknya sebuah jalan yang tidak rata atau jalan-jalan berlubang di jalan, seperti symbol dari hambatan itu sendiri yang berbentuk zig-zag, persis banget jalan yang tidak rata dijalan, sehingga menyebabkan ketika kita yang naik sepeda misalkan (dalam hal ini kita adalah arus) melewati hambatan tersebut akan mengurangi kecepatan sehingga, atau kalau dikaitkan dengan pergerakan elektron maka electron-elektron tersebut akan mengalami kekurangan pendorong (tegangan) dikarenakan energi yang dibutuhkan akan berubah sesuai dengan hambatannya . Itu analogi yang saya pahami ketika membaca e-book ini CMIIW (Correct Me If  I Wrong).

 Disebabkan adanya hubungan antara tegangan, arus dan hambatan dalam sebuah rangkaian adalah sejajar, maka kita dapat mengendalikan rangkaian tersebut dengan mengubah-ubah hambatan pada rangkaian tersebut sehingga secara tidak langsung mengendalikan rangkaian tersebut. Ini dapat dilakukan dengan mengubah bahan, ukuran dan bentuk dari komponen konduktif pada bahan pembuat resistor.

 Setiap bahan resistor dibuat sesuai dengan kegunaannya dan hambatan yang diinginkan di dalam rangkaian. Biasanya resistor terdiri dari kawat logam atau carbon, dan dibuat sestabil mungkin. Tidak sama dengan lampu resistor tidak menghasilkan cahaya, tapi ia juga menghasilkan panas namun akan menghilang di dalam rangkaian. Kegunaan dari resistor sebenarnya bukan untuk menghasilkan panas tapi lebih untuk menghasilkan jumlah tahanan listrik.Dikarenakan resistor juga menyebabkan panas ketika arus melalui pergesekan dengan tahanannya, untuk dapat mengetahui seberapa besar resistor dapat menahan panas yang dapat mencegah rusaknya resistor maka resistor juga memiliki satuan yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar mampu menahan panas dalam satuan watt. Beberapa resistor yang ditemui dalam alat-alat elektronik atau radio biasanya sebesar ¼ (0.25) watt atau kurang. Kemampuan resistor menahan biasanya seimbang dengan besarnya resistor tersebut, makin besar maka makin besar pula kemampuan resistor menyebarkan panas.

 Maka resistor dibuat selain sebagai tahanan dalam rangkaian juga memiliki kemampuan untuk menghamburkan panas, kemampuan tahanan diberi satuan ohm dan kemampuan untuk menyebarkan panas diberi satuan watt, tahanan resistor tidak hanya dilihat dari besarnya kemampuan menahan tapi juga besarnya sebagai kemampuannya menahan panas dari besarnya gesekan yang diakibatkan oleh arus yang melalui resistor. Terkadang resistor juga biasa disebut load (beban).

 Jika kita memasang baterai 10 volts pada rangkaian dan kita mengetahui arus yang mengalir pada rangkaian sebesar 2A, maka kita akan mengethui besarnya resistor yang akan digunakan dan jumlah watt yang dihasilkan 

Maka

 E = 10 volt

I = 2 A

Dan dari persamaan tersebut kita menggunakan hukum ohm akan menghasilkan persamaan E = I R, karena R yang akan kita cari maka R = E/I, atau sama dengan R = 10/2 = 5 ohm. Dan daya yang dihasilkan adalah P = E I atau P = 10×2 = 20 watt. Maka ketika kita akan membeli sebuah resistor untuk rangkaian diatas adalah resistor sebesar 5 ohm dengan kemampuan menahan daya sebesar 20 watt karena jika tidak resistor akan over heat, dan akan menghasilkan arus sebesar 2 A dengan sumber tegangan sebesar 10 volt.

About these ads

Ditunggu komennya ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s