asm/io.h


Ada yang bisa bantu gak? aku kemaren mau main-main dengan port parallel ku rencananya mau programming alat pake port parallel, eh ternyata pas lagi nyoba dan ngompile c ada yang error, intinya gak menemukan asm/io.h di centos5 , ada yang punya solusinya ngga bantuin dong, dah googling ngga ketemu sama artikel yang pas

Advertisement

Daya pada rangkaian listrik arus searah.


Power atau daya adalah berapa besar gaya yang dapat dilakukan dalam setiap waktu. Daya secara mekanik yang biasa digunakan di amerika adalah menggunakan horsepower. Daya listrik biasanya diberi satuan watt, dan bisa dihitung dengan persamaan P = IE. Daya listrik dihasilkan oleh tegangan dan arus. Horsepower dan watt adalah dua hal yang berbeda namun menjelaskan hal yang sama dalam menjelaskan persamaan fisika, dengan 1 horsepower setara dengan 747,5 watt. 

Beberapa bentuk persamaan daya atau biasa disebut dengan hukum joule P = IE , namun dengan persamaan tersebut untuk rangkaian DC kita bisa menghasilkan beberapa persamaan lagi apabila disatukan dengan persamaan pada hukum ohm. 

P =IE , hukum joule

E = IR , hukum ohm

 Maka akan diperoleh persamaan sbb;

P = IE, apabila E dimasukkan ke persamaan maka akan menghasilkan P = I  I R, atau akan menjadi P = I2R, 

Dan ketika pada hukum ohm apabila kita hanya mengetahui E dan R saja maka akan didapat persamaan. I = E/R, dan apa bila dimasukkan ke persamaan joule maka akan menjadi P = E/R.xE, atau sama dengan P = E2/R. 

Maka akan didapatkan persamaan hasil gabungan antara persamaan joule dan ohm menjadi P = I2R ; P = IE ; P = E2/R , dan untuk daya dengan satuan watt biasa diberi symbol W

belajar untuk memahami


Ternyata yang namanya belajar tuh susah ya, aku dulu ingat masih kecil harus ditungguin bapak klo belajar, kalau salah bapak dengan setia menjewer kupingku sampai bunyi kretek2 mungkin ini yang menyebabkan kupingku jadi memanjang he3, rata-rata yang namanya belajar itu harusnya menyenangkan dan membuat kita paham akan apa yang kita pelajari, bukannya nyeremin.

Memahami suatu kata yang sebenarnya agak susah diukur, pehaman menurut saya adalah bertingkat, paham dan mengerti itu berbeda ngga sih sebenarnya, paham kalau menurut saya lebih mendalam maknanya. Ternyata kalau  kita belajar kita tidak cukup hanya dengan mengerti tapi harus juga paham.

Seperti aku sekarang barusan memahami yang namanya elektro setelah belajar berulang2 dan membaca serta mencoba langsung apa yang kita pelajari, ambillah contoh bahwa rangkaian seri itu memiliki arus yang sama di bagian manapun, lalu akhirnya aku bermain dengan multimsim karena kalau ngambil bahannya sendiri agak repot, jadinya yah main dengan multisim, tak coba kok bisa begini dan begitu, akhirnya aku memperoleh pehamahan yang lebih dikarenakan aku sudah mempraktekannya langsung jadinya jelas apa yang kita baca dengan apa yang terjadi sesungguhnya.

Jadi intinya adalah belajar bisa menggunakan cara apapun yang penting kita ngerti, mencoba menerjemahkan dengan bahasa kita sendiri yang lebih simple, menurut sepahaman kita, jadi kesimpulan saya adalah belajar itu adalah membaca, mengerti dan kemudian menuliskan, maka akhirnya lengkaplah ilmu kita dan satu lagi agar ilmu kita terus bertambah adalah belajar berbagi ilmu kita, dengan itu ilmu kita ngga akan hilang dan malah bertambah.

terus berbagi for better future 🙂

Resistor ( hambatan ).


Kalau aku menganalogikan hambatan adalah layaknya sebuah jalan yang tidak rata atau jalan-jalan berlubang di jalan, seperti symbol dari hambatan itu sendiri yang berbentuk zig-zag, persis banget jalan yang tidak rata dijalan, sehingga menyebabkan ketika kita yang naik sepeda misalkan (dalam hal ini kita adalah arus) melewati hambatan tersebut akan mengurangi kecepatan sehingga, atau kalau dikaitkan dengan pergerakan elektron maka electron-elektron tersebut akan mengalami kekurangan pendorong (tegangan) dikarenakan energi yang dibutuhkan akan berubah sesuai dengan hambatannya . Itu analogi yang saya pahami ketika membaca e-book ini CMIIW (Correct Me If  I Wrong).

 Disebabkan adanya hubungan antara tegangan, arus dan hambatan dalam sebuah rangkaian adalah sejajar, maka kita dapat mengendalikan rangkaian tersebut dengan mengubah-ubah hambatan pada rangkaian tersebut sehingga secara tidak langsung mengendalikan rangkaian tersebut. Ini dapat dilakukan dengan mengubah bahan, ukuran dan bentuk dari komponen konduktif pada bahan pembuat resistor.

 Setiap bahan resistor dibuat sesuai dengan kegunaannya dan hambatan yang diinginkan di dalam rangkaian. Biasanya resistor terdiri dari kawat logam atau carbon, dan dibuat sestabil mungkin. Tidak sama dengan lampu resistor tidak menghasilkan cahaya, tapi ia juga menghasilkan panas namun akan menghilang di dalam rangkaian. Kegunaan dari resistor sebenarnya bukan untuk menghasilkan panas tapi lebih untuk menghasilkan jumlah tahanan listrik. Continue reading Resistor ( hambatan ).

Scientific vs metric notation


Scientific notation

Ada yang belum tahu bedanya scientific notation dengan metric notation, baiklah disini kak eko akan menjelaskannya J . Jadi yang namanya scientific notation tidak lain adalah suatu cara untuk menyederhanakan penyebutan dari sebuah nilai sehingga didapatkan penyebutan yang lebih mudah, biasa cara ini dilakukan ketika kita ingin menemukan keakuratan sebuah nilai.

Daripada bingung ini nih yang namanya scientific notation.

Ada yang masih ngat massa proton J ini nih masa proton = 0.00000000000000000000000167 grams nah kalau kita nyebutin tuh nilai kan puanjang banget khan ribet bilangnya, nah dengan scientific notation kita bisa menyebutnya dengan cara yang lebih pendek lebih simple. Maka massa proton kalau disederhanakan akan menjadi 1.67 x 10-24 grams nah gampang kan nyebutnya, 1,67 dikali 10 pangkat minus 24 ngga lagi ribet 0.00000000000000000000000167 grams. Caranya ada yang belum tahu pasti dah tau semua kan masa ngga bisa, caranya gampang tinggal dihitung mundur komanya kebelakang sampai dengan dibelakang satu maka akan didapat nilai 24 dikarenakan nol koma maka nilainya jadi minus. Contoh lain yang lebih gampang misalkan 1000 maka akan menjadi 1 x 103 kalau yang ini dikarenakan nilainya tidak nol koma maka nilainya positif sehingga komanya degeser kedepan sehingga menjadi dibelakang 1 sebesar 3 maka menjadi 10 pangkat 3 alias 103.

Continue reading Scientific vs metric notation

Hukum ohm


Pada dasarnya sebuah rangkaian listrik terjadi ketika sebuah penghantar mampu dialiri electron bebas secara terus menerus. Aliran yang terus-menerus ini yang disebut dengan arus, dan sering juga disebut dengan aliran, sama halnya dengan air yang mengalir pada sebuah pipa.

Tenaga (the force) yang mendorong electron agar bisa mengalir dalam sebauh rangkaian dinamakan tegangan. Tegangan adalah sebenarnya nilai dari potensial energi antara dua titik. Ketika kita berbicara mengenai jumlah tegangan pada sebuah rangkaian, maka kita akan ditujukan pada berapa besar energi potensial yang ada untuk menggerakkan electron pada titik satu dengan titik yang lainnya. Tanpa kedua titik tersebut istilah dari tegangan tersebut tidak ada artinya.

Elektron bebas cenderung bergerak melewati konduktor dengan beberapa derajat pergesekan, atau bergerak berlawanan. Gerak berlawanan ini yang biasanya disebut dengan hambatan. Besarnya arus didalam rangkaian adalah jumlah dari energi yang ada untuk mendorong electron, dan juga jumlah dari hambatan dalam sebuah rangkaian untuk menghambat lajunya arus. Sama halnya dengan tegangan hambatan ada jumlah relative antara dua titik. Dalam hal ini, banyaknya tegangan dan hambatan sering digunakan untuk menyatakan antara atau melewati titik pada suatu titik.

Untuk menemukan arti dari ketetapan dari persamaan dalam rangkaian ini, kita perlu menentukan sebuah nilai layaknya kita menentukan nilai masa, isi, panjang dan bentuk lain dari persamaan fisika. Standard yang digunakan pada persamaan tersebut adalah arus listrik, tegangan ,dan hambatan.

Continue reading Hukum ohm

benarkah arus mengalir dari kutub positif ke kutub negative


Ini pembahasan yang menarik soal e-book Fundamental Of Electrical Engineering And Electronics.

 Andrew S. Tannenbaum, computer science professor, bercerita seperti ini.

Bahwa sebenarnya anggapan bahwa arus mengalir dari kutub positif ke negative itu tidaklah benar, karena pada dasarnya electron yang dimiliki setiap benda mengalir dari yang electronnya banyak ke electronnya sedikit, ibarat air mengalir dari yang tekanannya besar ke tekannanya lebih kecil, sehingga kalau kita menganggap bahwa sebuah electron adalah air maka electron akan mengalir dari electron yang banyak ke electron yang sedikit, ini digambarkan dengan terjadinya fenomena daya tarik-menarik antara sebuah mika dengan wool.

 Jadi berdasarkan penemuan ditemukan bahwa arus mengalir dari negative ke positif, bukan sebaliknya berdasarkan konsep yang kita ketahui sekarang, jadi yang benar adalah ketika kita menganalogikan positive = surplus (kelebihan electron) dan negative =  deficiency (kekurangan electron) nah ini baru benar, jadi kalau kita akan menggambarkan aliran arus seharusnya dari kutub negative ke positif bukan dari positif ke negative jadi dari yang surplus electron ke deficiency electron dengan pengertian seperti di atas.

 Jadi anggapan kita selama ini atau beliau menyebutnya “conventional flow notation” sangat tidak benar berdasarkan sebuah penelitian bahwa sebenarnya pada sebuah rangkaian yang terjadi adalah electron mengalir dari kutub negative ke kutub positif atau beliau menyebutnya “electron flow notation”.

Menarik bukan nanti deh tak share lagi soalnya masih banyak yang lain dan juga masih bingung memahami secara bahasa kita soalnya bahasa londo je. Pembahasan ini juga sudah tak terjemahin ke bahasaku lo jadi kalau ada yang masih bingung download dan baca sendiri di www.artikel-software.com

 

Sumber : Fundamental Of Electrical Engineering And Electronics

 

konsep dasar elektronika pada arus searah (DC)


Berikut hal-hal yang penting diketahui didalam konsep dasar elektronika arus searah;
1. Listrik statis
– Semua materi didunia ini disusun oleh yang kita kenal dengan atom
– Semua atom berisi apa yang kita sebut dengan electron, proton, dan neutron
– Elektron bermuatan negative
– Proton bermuatan postif
– Neutron tidak memiliki muatan
– Electron lebih mudah terlepas dibandingkan dengan proton dan neutron
– Jumlah proton pada inti atom menandakan keunikan pada benda tersebut

2. konduktor, isulator, dan arus listrik
– Pada bahan konduktor, electron terluar pada setiap atom dapat mudah datang dan pergi, ini yang disebut dengan electron bebas dan pada bahan konduktor electron-elektron tersebut mudah bergerak.
– Pada bahan isulator, electron terluar pada atom tidak mudah bergerak sehingga electron tidak mudah terlepas.
– Semua logam adalah merupakan konduktor
– Listrik dinamis, atau arus listrik adalah bentuk dari pergeakan electron melalui konduktor. Listrik static tidak bergerak, jumlahnya adalah berdasarkan electron yang ada, dinyatakan dengan kekurangan atau kelebihan electron pada suatu benda.
– Agar electron dapat mengalir secara terus-menerus melalui konduktor, harus ada lintasan yang tidak terputus pada konduktor tersebut. Continue reading konsep dasar elektronika pada arus searah (DC)

Fundamental Of Electrical Engineering And Electronics


Nemu e-book bagus dari www.artikel-software.com soal Fundamental Of Electrical Engineering And Electronics mengungkap hal-hal mendasar tentang teknik elektro, buat kamu yang merasa anak elektro bisa didownload dialamat tersebut, bagus banget nih buku detail banget beserta ilustrasi yang bagus pula jadi kita bisa paham-sepahamnya tanpa banyak membayangkan semuanya dijelaskan sangat gamblang. Tapi masalahnnya bahasa inggris he3 tapi tenang tak coba membahasnya dengan bahasaku sendiri dan berusaha semirip mungkin dengan aslinya.

Semua ini kontribusi dari orang-orang yang ada dibawah ini, dan asyiknya buku ini terus akan dilengkapi jadi siapa yang mau menyusul atau syukur2 menerjemahkannya ke bahasa Indonesia.

All entries arranged in alphabetical order of surname. Major contributions are listed by individual name with some detail on the nature of the contribution(s), date, contact info, etc. Minor contributions (typo corrections, etc.) are listed by name only for reasons of brevity. Please understand that when I classify a contribution as “minor,” it is in no way inferior to the effort or value of a “major” contribution, just smaller in the sense of less text changed. Any and all contributions are gratefully accepted. I am indebted to all those who have given freely of their own knowledge, time, and resources to make this a better book!

Continue reading Fundamental Of Electrical Engineering And Electronics

habis aku


memang ya yang namanya orang lebih dulu itu pasti ada-ada aja ngakalin kita-kita yang belakangan, dari segi konsep orang yang duluan pasti lebih bisa memahami konsep secara matang, tapi sebenarnya ngga juga sih karena mungkin karena dia tiap hari yang diutek-utek itu jadinya yah lama-lama hapal.

Ini yang menimpaku hari ini aku kan kenal seorang facilities engineer di medco E&P nah beliau ngasih aku e-book tentang elektro padahal basic banget aku pun dengan santainya baca gitu aja ah kalau ini mah pasti paham masa ga paham wong dasar banget, alhasil jadilah aku hari ini ketemu beliau dan beliau cuman ngasih aku satu pertanyaan yang dengan makna yang sangat luas yah namanya juga mantan mahasiswa belum kerja lagi jadi apa yang dibaca yah dibaca aja ngga bisa mengembangkan yah sebatas dibaca aja, ini sih mungkin yang dinamakan pengalaman jadi bisa buat soal dari satu soal jadi bermacam-macam maksud.

Huh jadinya habis deh aku dikerjain sampai ngga bisa ngomong apa-apa bingung mau njawab apa-apa alhasil setelah dijelaskan kronologis nya barulah aku paham itu juga masih dapat PR minggu depan ketemu lagi soal yang ini, dan ketambahan yang lain juga. dan dari sini kusimpulkan memang orang yang dah bekerja beda dengan yang masih netek ilmu kayak kita ini masih bisa cuman nerima tapi belum bisa mencari.

pengalaman pengalaman ini toh bedanya orang yang pengalaman dengan yang ngga hmmm