Berjibaku di kemacetan jakarta lagi


Setelah hampir 3 bulan menikmati udara segar namun panas di hutannya kalimantan akhirnya kembali lagi berjibaku di kemacetan jakarta lagi, ada yang sama dikala hujan di kalimantan dengan di jakarta, persamaannya adalah macet, kalau di jakarta macet dikarenakan memang ruas jalan yang tidak mampu menampung padatnya kendaraan, kalau di kalimantan macet karena kebetulan rute di area tambang masih berupa tanah air, jadi apabila turun hujan jadilah tanah tersebut menjadi licin yang menyebabkan banyak bus tambang, truk serta pick up yang tidak dilengkapi dengan 4WD terjebak sehingga menghalangi jalan kami.

Sebenarnya apabila ingin berangkat pagi sekali di jakarta kemacetan masih tidak terlalu parah dan udaranya juga masih lumayan segar, seperti beberapa hari ini kuputuskan untuk berangkat jam 6 dari depok dengan rute ragunan belakang, lanjut cilandak KKO, masuk ke kemang dan sampai di Mampang, dari mampang langsung lurus saja masuk Rasuna Said. Jalur ini masih relatif nyaman walaupun sama macetnya tapi masih bisa bergerak tidak sampai stuck lama, contohnya pagi ini adalah salah satu yang beruntung berangkat jam 6.12 dari rumah sampai di kantor absen 6.58 wow sungguh luar biasa cepatnya.

Kapan ya jakarta jalannya bisa teratur, tidak macet lalu lintas lancar, wahai calon gubernur yang baru kutunggu janjimu 🙂