Swapping E0 to E1 RAMPS 1.4


fb_img_1476746400123

Kali ini berbagi tips tentang 3d printer yang senasip dengan saya :D, tipsnya yaitu cara swapping E0 yang ada di RAMPS 1.4 ke E1, pada kasus saya E0nya terbakar karena overcurrent ketika saya maksa memperbesar arus pada trimpot, cara berikut saya praktekkan pada firmware repetier 0.92 kalau menggunakan firware silahkan dicari2 yang penting paham konsepnya.

Sebenarnya caranya gampang tinggal buka pins.h di firmware menggunakan arduino IDE, trus cari tipe board dan tipe modul driver 3dnya, kalau saya karena menggunakan arduino mega 2560 dan RAMPS 1.4 maka kodenya 33, maka saya tinggal search di pins.h 33 terus cari kode seperti gambar diatas.

Continue reading Swapping E0 to E1 RAMPS 1.4

OnixBot first print test


Alhamdulillah setelah melalui proses try n error akhirnya maksa juga print test dengan apa adanya karena sudah penasaran, salah satu maksanya adalah bed nya memakai tatakan kue 😀 , setelah kemarin cari papan dada ngga nemu eh nemunya malah tatakan kue dengan bahan plywood 4mm, ya sudah karena mmg nemunya itu ya sudah terpaksa dipasang dulu.

walhasil ada dua kabar yang pertama adalah kabar gembira, kabarnya adalah berhasil print, lihat video diatas, yang kedua adalah motor driver plus port e0ku jebol karena rencana naikin arus di e0 karena motor steppernya seperti ngga kuat terseok-seok  mendorong filamentnya, eh ternyata malah keterusan muter yg berakibat jebolnya motor driver dan pert e0nya.

Tapi alhamdulillah lagi setelah ngobrol2 di group Fb 3d printer indonesia nemu caranya mindahin e0 ke e1, tak posting di postingan lainnya untuk tips atau cara mindahin/ swap e0 ke e1 di firmware repetier dan RAMPS 1.4 arduino mega 2560.

Akhir kata buat 3d printer itu ternyata penuh suka duka 😀

Belajar Openscad


screenshot-131016-142152Sebenarnya sudah beberapa waktu yang lalu penasaran dengan aplikasi dengan ekstensi .scad ini, namun baru kali ini mempelajari lebih dalam aplikasi apa ini? Dan akhirnya setelah searching di google larilah saya ke link ini openscad dan alangkah terkejutnya saya ketika membaca dokumentasinya.

Ada beberapa yang sebenarnya membuat saya terkejut yang pertama adalah ukuran installernya cuman 14mb untuk windows, 18MB untuk ubuntu (karena saya cuman pake ini OS ini full semenjak 4 tahun ini) dan untuk MAC 23MB (yang ini juga saya pake ding dirumah  🙂 ) pokoknya say no to windows :D.

Yang kedua yang membuat saya kaget adalah anda tidak akan menemukan seperti scad lainnya yang membuat garis, kotak, lingkaran, dll menggunakan mouse, semuanya pake text editor yang disebelah kiri gokil ngga tu, pantesan aja kecil banget file sizenya, saya sebenarnya sekali lagi masih ngga percaya mungkin ini software scad yang paling kecil file installer yang saya coba mungkin kalau dikira2 seukuran paint kali ya diwindows, kecil bgt.

Pertama kali nyoba aplikasi ini asli kagok gimana coba ngambarnya, akhirnya baca2lah dokumentasinya (ingat ya baca dokumentasi) jangan nanya sana sini dulu sebelum baca dokumentasinya. Sang developer cukup banyak menuliskan beberapa hal yg krusial ttg penggunaan software ini dan hmmmm setelah baca baca dan mencoba langsung akhirnya bisa juga walaupun harus banyak try n error.

Continue reading Belajar Openscad

OnixBot log 2


Setelah sabtu minggu kemarin nyelesain frame walhasil semalam begadang lagi karena penasaran biar cepat bisa jalan printernya. Untuk control boardnya kali ini masih menggunakan arduino 2560 sama RAMPS 1.4 untuk driver steppernya.

Walhasil semalam sukses sampai jam 12.30 ngutak ngatik dan jalan juga dibawah ini

Homing Test

Dry run test

OnixBot log 1


Sebenernya ini melanjutkan postingan dibawah, setelah melalui proses design seperti yang sudah dijelaskan dibawah, maka sabtu minggu kemarin mulai realisasinya ngeprint semua part kemudian mulai merakit framenya

Karena sudah diprint sebelumnya pemasangannya sangat mudah karena mmg partnya sudah diperhitungkan sedemikian rupa agar mudah dipasang dan portable, apabila printernya ingin dibesarkan, beberapa contohnya adalah design penyangga rod dibuat terpisah dan bisa digeser2 sehingga apabila frame kebesaran atau kekecilan bisa diadjust dengan mudah.

 

Diatas ini update dari OnixBot corexy 3dprinter design saya, untuk filenya akan saya taruh di thingiverse namun belum sempat ngupdate design terakhir tapi nantinya semua file stlnya akan saya taruh disana, jadi kalau ada yang mau buat tinggal diprint.

Demikian updatenya, frame beres tinggal mberesin elektronik sama znya

Dimulai dari mimpi


Sudah lama sekali ngga mengisi blog ini, mumpung lagi senggang sekalian update project 3d printer lagi, kenapa lagi karena beberapa waktu yang lalu sempat ada keinginan membuat 3d printer dari PVC dengan mengacu design corexz, nah kali ini buat lagi 3d printer dengan agak serius dikit tapi sebisa mungkin low budget.

Yang penting dalam membangun 3d printer adalah frame, kalau frame tidak bagus sudah dapat dipastikan printernya akan gagal, kriteria bagus adalah yang pasti frame kuat dan tidak goyang2. Nah kali ini saya menggunakan frame besi kotak dengan ukuran 20cmx20cm, harganya dipasaran cukup murah satu lonjor panjang 6 meter cukup untuk membuat seperti printer seperti yang saya buat.

Untuk dimensi printer belum bisa dapat angka pastinya tapi sepertinya dikisaran 15cman, karena beberapa partnya saya menggunakan sisa project 3d printer pvc kemarin, yang jadi masalah sebenarnya adalah saya waktu itu pesan rod stainless steelnya diameter 8mm panjang 25 cm, walhasil akhirnya setelah dipotong mounting dll sepertinya cuman dapat segitu dimensi printnya.

Kalau kemarin designnya mengadopsi corexz nah yang sekarang adalah corexy bedanya adalah … cari sendiri, kurang lebih designnya seperti gambar dibawah.

Satu catatan dalam membuat apapun adalah selesaikan design kalau sudah fix baru eksekusi kalau ngga bakalan gigit jari karena tidak sesuai dengan kenyataan, curhat nekad ngeprint part ternyata miring semua hu3.

Semoga lancar yang ini Bismillah