Pak Tomo


Hari yang panas padahal tadi malam petir bersahutan, eh ngga taunya setelah ditunggu-tunggu ngga ujan juga sampai tadi pagi, memang benar ternyata mendung tak berarti hujan, la kok mbahas mendung, ada hal aneh jumatan kali ini tanpa disadari pas mau pulang aku ketemu sama mantan guru SD ku yang satu ini,Pak Tomo namanya sudah sejak lama aku ingin menyapa beliau setiap berpapasan dengan beliau aku pengen banget menyapa tapi ada rasa rikuh jadi ngga kesampaian terus, ketika aku hendak melangkahkan kakiku keluar dari mesjid siang ini kok yah pas barengan dan langsung spontan ku lemparkan tanganku dan akhirnya kesampaian juga menyapanya.

Pak Tomo guru SD ku ini bisa dibilang favoritnya guru anak-anak SDku dulu karena pembawaan beliau yang ramah dan bisa menjiwai anak-anak yang mungkin membuat teman-temanku dulu jadi bersimpati kepada beliau, sebuah perjumpaan yang singkat tapi penuh makna beliau sempat bertanya sudah bekerja? lalu aku menjawab sudah pak tapi magang di medco dan beliau juga bertanya jurusan apa? elektro pak jawabku singkat tak banyak yang dapat diutarakan karena aku juga ngejar jam masuk kantor yang jam 13.00 sedangkan waktu itu sudah menunjukkan jam 13.00 alhasil yah hanya bercakap seperti itu.

Terima kasih Pak Tomo sudah mendidik kami anak-anak yang bandel ini, dan semoga jasa-jasamu menjadikan kami anak-anak yang berguna bagi nusa dan bangsa semoga. Semoga ilmu yang bapak memberikan menjadi amal jariah yang tak pernah terputus karena ilmu adalah sebauh pahala yang tak kunjung putus, Terima kasih banyak kuucapkan pak.

3 thoughts on “Pak Tomo

  1. Assifa PA says:

    Ass ww,

    Salam kenal untuk dik Eko. Senang sekali membaca artikel tentang seorang Pak Tomo. Sedikit banyak mengingatkanku kepada sepenggal fragmen dalam perjalananku. Masih banyak lagi kolega beliau dan semua sangat kuhormati dan kucintai, Pak John Suban, Pak Yunus, Pak Usman, Pak Masran dan semua guru SD YPTH tempatku belajar dulu.

    Kalau kamu perhatikan sebuah rumah disamping kanan kelurahan Sanga – Sanga Dalam, itulah rumahku dulu. Sebuah rumah yang berdiri menghadap ke arah jembatan 9.

    Maaf, aku coba mengenalimu tapi gagal. Mungkin memang jarak usia kita cukup jauh. Sanga – Sanga kutinggalkan tahun 89. Mungkin dik Eko seangkatan dengan adikku, Edo.

    Well keep posting about our nice village, I fell better to read and see all.

    Wassalam,
    Assifa PA / orang di Sanga Sanga mengenalku dg nama Acip

  2. susiloharjo says:

    Wah sudah lama sekali meninggalkan sanga-sanga kapan nih balik lagi ke sanga-sanga, kelurahan yang dulu di dekat rumah kakak itu sekarang sudah pindah ke depan bangsal 4 kak, BTW aku sering lewat depan rumah kakak kalau jumatan karena rumah ku di pembataanšŸ˜€ ternyata kita dekat tapi mungkin memang usia yang membuat kita agak susah saling mengenališŸ˜€, senang berjumpa dengan kakak walaupun dalam media blog ini, dan semoga tempat ini juga bisa jadi tempat berkumpul dan bernostalgia tentang sanga-sanga, btw ada beberapa foto di bloglink buatanku tentang sanga-sanga bisa di liat. Dan yup yang kakak-kakak sebutkan tadi adalah guru-guru YPTH, iya saya juga kangen YPTH yang sekarang tinggal SDnya, setau saya yang masih mengajar disana Pak Usman , Pak John masih kepala sekolah gak ganti-gantišŸ˜€ , Pak Yunus aku gak tau, Pak Masran (Pak Macan kalau anak2 nyebutnya gara2 galak)šŸ˜€ . Ok ditunggu kehadirannya kak sering-seringlah mampir akan ku publikasikan semua tentang Sanga sangašŸ˜€ .

Ditunggu komennya ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s